MAKASSAR, AKSARA — Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam JOS Sulsel menggelar aksi di kantor Pertamina, Makassar, Senin, 14 September 2026. Mereka memprotes penerapan sistem ganjil-genap dalam pembelian bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Aksi tersebut dilakukan setelah pengemudi menilai pembatasan berdasarkan angka terakhir nomor polisi kendaraan berpotensi menghambat aktivitas mereka. Pengemudi ojol membutuhkan kendaraan setiap hari untuk menerima pesanan dan memperoleh penghasilan.
Dalam aksi itu, massa meminta agar pengemudi ojol mendapatkan pengecualian sehingga tetap dapat mengisi BBM tanpa mengikuti ketentuan ganjil-genap. Setelah pertemuan dengan pihak Pertamina, tuntutan tersebut disebut telah disetujui.
Persetujuan itu secara khusus berkaitan dengan pengecualian bagi pengemudi ojol. Dengan demikian, keputusan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pencabutan seluruh kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan lain.
Belum diperoleh penjelasan lebih terperinci mengenai mekanisme yang harus dipenuhi pengemudi ketika mengisi BBM, termasuk kemungkinan menunjukkan identitas, aplikasi pengemudi, atau atribut resmi ojol kepada petugas SPBU.
Diterapkan untuk Mengurai Antrean
Sistem ganjil-genap diberlakukan sebagai langkah mengurangi antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU. Aturan itu diterapkan dengan menyesuaikan angka terakhir nomor polisi kendaraan dan tanggal pengisian.
Baca Juga :/berita/kelangkaan-lpg-3-kg-pertalite-dan-bbm-subsidi-pkc-pmii-sulsel-pertanyakan-kinerj
Pada tanggal ganjil, kendaraan dengan angka terakhir pelat ganjil diperbolehkan melakukan pengisian. Sebaliknya, kendaraan berpelat angka genap dilayani pada tanggal genap.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 13 September dan direncanakan berlangsung sampai 20 September 2026. Penerapannya mengacu pada surat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengenai penanganan antrean panjang BBM, 
Pengemudi ojol berharap keputusan pengecualian dapat segera diterapkan secara seragam di seluruh SPBU terkait. Kejelasan petunjuk teknis dinilai diperlukan untuk mencegah perbedaan penerapan antara satu lokasi pengisian dan lokasi lainnya.
Aksi berlangsung dengan fokus tuntutan pada akses pengisian BBM bagi pengemudi ojol. Para pengemudi menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar berhubungan langsung dengan kelangsungan pekerjaan dan pendapatan harian mereka.