MAKASSAR, AKSARA — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan mendesak Pertamina membuka data ketersediaan bahan bakar minyak pada setiap stasiun pengisian bahan bakar umum di wilayah Sulawesi Selatan.
Ketua Umum Badko HMI Sulsel, Asrullah Dimas, memberikan waktu 2×24 jam kepada Pertamina untuk menyampaikan data tersebut secara terbuka.
Baca Juga :/berita/pemerintah-siapkan-rekening-bagi-warga-usia-17-tahun-saldo-awal-direncanakan-rp5
Menurut Asrullah, informasi mengenai persediaan BBM tidak cukup disampaikan secara umum. Pertamina diminta memaparkan kondisi stok pada setiap SPBU agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat mengetahui keadaan pasokan di lapangan.
Ia menilai keterbukaan data dibutuhkan untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat mengenai ketersediaan BBM di Sulawesi Selatan.
Baca Juga:/berita/kritik-hmi-cabang-batang-hari-terhadap-dugaan-aktivitas-pertambangan-batu-bara-t
Asrullah menegaskan bahwa Pertamina harus memberikan penjelasan yang terang mengenai jumlah stok BBM pada masing-masing SPBU. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak menerima keterangan yang bersifat umum tanpa mengetahui kondisi pasokan sebenarnya.
Badko HMI Sulsel memberikan batas waktu kepada Pertamina untuk menanggapi tuntutan tersebut. Organisasi mahasiswa itu menunggu keterbukaan data stok BBM pada setiap SPBU sebagaimana disampaikan dalam tuntutannya.